23.4.12

Why am I on this earth?

==draft==




Tuhan tidak menjadikan makhluk-Nya yang bernama manusia dengan sia-sia...

Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan kalian tidak akan kembali kepada Kami?” (Q23.115)

Apakah manusia mengira, bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?” (Q75.36) 


LIFE'S A JOURNEY (Not a Destination!)

Bumi/kita yang kecil adalah seperti bagian dari sebuah perjalanan menuju ke yang lebih besar & lebih utama (akhirat), sebagaimana perjalanan kita dari tiada menjadi ada, dari setetes/sel mani yang sangat kecil yang hanya bisa dilihat dengan microscope menjadi seperti sekarang yang disebut manusia, dst...
Lihat: QS Al Hajj 5-7!

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (Q76.2)

Rasulullah SAW bersabda: "Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya untuk kembali melanjutkan perjalanan.” (HR At-Tirmidzi)

Sebaik-baik bekal (untuk akhirat) adalah taqwa...
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (Q2.197)


Nilai dunia... (Mengapa Alam Semesta Begitu Luas?)
"Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut, air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim)

Pada suatu ketika, beberapa orang sahabat Rasulullah SAW datang menemui beliau, berikut juga Umar Radhiallaahu anhu. Rasulullah SAW lantas bangkit merubah posisinya, Umar RA melihat tidak ada kain yg melindungi tubuh Rasulullah SAW tikar yg dipakainya berbaring. Ternyata tikar tersebut membekas pada tubuh beliau. Melihat pemandangan itu Umar RA pun menangis. Rasulullah SAW bertanya kepadanya: "Apakah gerangan yg membuatmu menangis wahai Umar?" ia menjawab: "Demi Allah, karena saya tahu bahwa engkau tentu lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala daripada raja Kisra maupun Kaisar. Mereka dapat berpesta pora di dunia sesuka hatinya. Sedangkan Engkau adalah seorang Utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala namun keadaan engkau sungguh sangat memprihatinkan sebagaimana yg aku saksikan sekarang," Rasulullah SAW bersabda: "Tidakkah engkau ridha wahai Umar, kemegahan dunia ini diberikan bagi mereka, sedangkan pahala akhirat bagi kita!" Umar RA menjawab: "Tentu saja!" "Demikianlah adanya!" jawab Rasulullah." (HR Ahmad)

...dan dibandingkan dengan shalat 2 raka'at sebelum subuh
"Dua raka’at shalat fajr (shalat sunnah 2 raka'at sebelum shalat subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya." (HR. Muslim)

...

Luasnya Syurga... (It's the destination!)
"Tingkatan syurga paling rendah" adalah 10x dari besar dunia... yang diberikan kepada orang yang terakhir masuk syurga setelah "sekian lama dibersihkan" di neraka.

Ibnu Mas'ud r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda: "Saya mengetahui akhir ahli Neraka keluar dari Neraka, dan akhir ahli Syurga masuk Syurga yaitu seorang keluar dari Neraka, dengan merangkak-rangkak, maka Allah berfirman padanya: 'Pergilah masuk Syurga!', maka pergilah orang itu, tiba-tiba terbayang olehnya seolah-olah Syurga sudah penuh. Allah berfirman: 'Pergilah masuk Syurga!', maka kembali dia pergi dan didapatkannya seolah-olah Syurga sudah penuh. Maka kembali dia berkata: 'Ya Rabb, Syurga sudah penuh. Maka Allah berfirman: 'Pergilah masuk Syurga, bagimu di Syurga sepuluh kali besarnya dunia'. Maka berkata orang itu: Apakah kau menertawakan (mengejek) saya ya Rabb, sedang engkau Maharaja. Berkata Ibnu Mas'ud: Maka saya melihat Rasulullah s.a.w. tertawa hingga tampak giginya, sambil berkata: 'Demikianlah serendah-rendah tingkatan ahli Syurga'." (HR Bukhari & Muslim)
So...
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Q3.142)

Allah ar-Rahman ar-Rahim memiliki 100 rahmat, 1 rahmat diberikan di dunia ini dan 99 rahmat akan diberikan di akhirat kelak...

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dari seratus rahmat tersebut, hanya satu yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, hewan jinak dan buas. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun Sembilan puluh sembilan rahmat Allah yang lain, maka hal itu ditangguhkan Allah. Karena Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang shalih pada hari kiamat kelak." [HR Muslim]

Jadi bisa dibayangkan, dengan begitu luasnya alam semesta ini dan dengan jangka waktu yang begitu lama keberadaan alam ini hingga kiamat nanti, semuanya itu barulah 1 rahmat Allah. Sedang sisanya (99) ada di akhirat kelak.


Hukum kekekalan energi?
(mungkin sebuah analisa yg ngawur!)
Konon (pernah saya baca) bahwa para ahli ruang angkasa dengan tidak sengaja menangkap sinyal suara di luar angkasa yang setelah diteliti ternyata suara tersebut mirip dengan suara-suara seperti pada kejadian perang dunia dahulu.

Kalau dihubungkan dengan teori atau hukum kekekalan energi (energi yang apapun bentuknya tidak akan musnah & hanya bisa berubah bentuknya saja) ada benarnya juga, segala aktifitas kita selama ini adalah berbentuk energi, kita memberikan senyuman kepada orang lain atau kita pernah dengan sengaja memukul orang, maka energi yang kita ubah/keluarkan akan tetap ada entah berupa apa & berada di mana...?

Hubungannya dengan informasi dari Allah SWT pencipta alam semesta ini, bahwa kelak di akhirat manusia akan melihat & tidak bisa mengelak dari segala bentuk amal baik atau buruk walaupun sekecil apapun yang pernah dilakukan semasa hidupnya di dunia.
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (Q99.7-8)
Jangan sembarang melaknat..!
Jika seseorang melaknat sesuatu (orang atau benda) yang tidak berhak untuk dilaknat, maka laknatnya itu akan kembali pada orang yang melaknat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat) tak dapat masuk, maka kembalilah laknat terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka laknat berputar-putar ke kanan dan ke kiri, dan jika tak menemui jalan keluar, maka laknat (baru) akan tertuju pada yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.” (HR Abu Daud)


Semua makhluk bertasbih kepada-Nya...

"Langit yang tujuh, bumi & semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Q17.44)

Tawaf dalam Ibadah Haji...
Silahkan baca: 
Rahasia Kota Mekah | Misteri Jabal Magnet di Arab Saudi

CCW (Counter Clock Wise: berlawanan dengan Arah Jarum Jam)

"Dan Aku tidak menciptakan Jin & Manusia melainkan supaya mereka mengabdi/menyembah/beribadah kepada-Ku" (Q51.56)

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (Q23.115-117)

Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasulpun sebelum engkau (Muhammad) kecuali Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Aku, maka sembahlah dan beribadahlah kepada-Ku” (Q21.25)

...

Alam Semesta (The Universe)...
>Galaxy Andromeda, dimana matahari merupakan salah satu titik yang hampir tak terlihat...


Image di atas mungkin adalah yang Allah subhanahu wa ta'ala maksudkan di dalam Quran:

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit & bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yg dinyalakan dg minyak dari pohon yg berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yg tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) & tidak pula di sebelah barat(nya), yg minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yg dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An Nuur 35)

"... padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS Al Hajj 47)

Tentang Galaxy: http://www.atlasoftheuniverse.com/galaxy.html


>Salah satu ledakan nebula yang menyerupai bunga mawar merah dari sekian banyak ledakan nebula...



Juga yang satu ini mungkin maksud dari ayat Allah subhanahu wa ta'ala:
"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak." (QS Ar Rahmaan 37)



KEBESARAN SHALAT DUA RAKA'AT

Allah SWT selesai menciptakan Jibril as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang, sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124.000 sayap).

Setelah itu Jibril as memandang dirinya sendiri dan berkata: "Wahai Tuhanku, adakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?"

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud... "Tidak"

Kemudian Jibril as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20.000 tahun.

Setelah selesai Jibril as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud…

"Wahai Jibril, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.

Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga.

Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Karena mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu."


Kemudian Jibril as berkata: "Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"

Lalu Allah berfirman yang bermaksud… "Ya Jibril, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."

Kemudian Jibril as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.

Setelah Jibril as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibril as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

"Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?"

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud… "Wahai Jibril, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan..."

Astagfirullahal adzim Wallahu 'alam bi shawab. 


NO COMMENT

Kemarin malam dengan izin Allah saya membaca buku Himpunan Hadits Shahih Muslim yang di antara hadits-hadits yang saya baca adalah:
  1. "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin, dan sebagai syurga bagi orang kafir" Ket.: Dunia bagi orang Mukmin & Muslim seperti penjara karena manusia terikat oleh hukum agama yg tidak boleh dilanggar, sedangkan yg demikian terhadap si kafir seperti syurga karena tidak terikat dalam hukum agama (syariat).
  2. "Perumpamaan orang Mukmin seperti tanaman (pohon) yg senantiasa angin itu mencondongkannya, dan selamanya orang Mukmin itu ditimpa bencana. Sedangkan perumpamaan bagi orang yg munafik seperti pohon kayu yg tidak bisa digoyangkan hingga pohon itu ditebang"
  3. Sungguh, seseorang yang hendak menegakkan agamanya pada hari itu terasa sangat berat. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: ”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)
  4. "Sesungguhnya yg pertama kali keluar (dari tanda kiamat) adalah Dajjal."
  5. "Mulai dari kehidupan Nabi Adam hingga terjadinya kiamat nanti ada kejadian (atau makhluk) yg lebih besar (hebat) keadaannya dari (fitnah) yg ditimbulkan oleh Dajjal (si Mata Satu)"
  6. "Dajjal (=Si Pembohong) itu matanya buta sebelah kiri, rambutnya kusut (tidak teratur), ia membawa syurga (=kesenangan) dan neraka (=kesusahan), maka yg disebut nerakanya itu maka yg sebenarnya adalah syurga (=bisa membawa ke syurga di akhirat), sedangkan syurganya adalah neraka (=bisa membawa pada kehidupan di neraka akhirat)."
  7. "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar, dan ia akan membawa air dan api. Dan adapun yg kelihatan manusia dg bentuknya seperti air itu maka hal itu adalah api yg membakar. Dan adapun yg kelihatan oleh manusia berupa api itu maka hal itu adalah air yg dingin yg rasanya tawar. Maka jika mendapatkan hal itu bagimu maka jatuhkanlah pada yg kelihatan seperti api, sesungguhnya hal itu adalah air yg tawar dan baik (enak)."
  8. (Sikap yang harus diambil & Kondisi ketika terjadinya fitnah yg hebat...) ‘Irbadz ibnu Sariyyah berkata, “Jika zaman itu telah muncul dan menyebar api fitnah di sekelilingmu, maka cepat-cepat padamkan ia dengan taqwa”. Karena fitnah tersebut akan melibas semua. “Cepat-cepatlah kalian beramal shalih (sebelum datang) fitnah seperti malam gulita. Seseorang pada saat itu pagi-pagi dalam keadaan beriman dan sore hari menjadi kafir, atau sore hari dalam keadaan beriman namun bangun pagi menjadi kafir. Dan menjual agamanya dengan harga dunia yang murah.”
Juga ada beberapa hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang menarik untuk dicermati. Kondisi umat Islam di akhir zaman:
  1. "Hampir tiba suatu masa dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Maka salah seorang sahabat bertanya,"Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada masa itu?" Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab,"Bahkan, pada masa itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di lautan, dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu." Seorang sahabat bertanya, "Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (HR Abu Dawud & Ahmad)
  2. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah saw yang memuat ringkasan sejarah Ummat Islam sejak awal hingga mendekati yaumul-Qiyamah.
    Masa kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian, selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang menggigit selama beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, lalu Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau terdiam.” (Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar